Pengikut

Kamis, 04 Oktober 2012

WORKS! : Cheat Point Blank Update 4 OKTOBER 2012


 Support ALL WInodws No LAg No Ribet And Work To ALL Country! [ Not PB Lackout!!]
Check For Recomendation!

Don't to Show OFF
Downloads Cheat[By Andrie]
No Password
 Downloads Cheat 2[All PointBlank all Country!]
No Password

Fitures : 
[D3D Menu]
  • Clean Wallhack
  • Chams Police
  • Chams Teroris
  • X-Hair
  • No SMoke
  • No Fog
[Cheat]
  • Grade
  • Unl.AMMo
  • No Respon
  • Hp up 120
  • Quick
  • Makro Quick SUper
  • Hollow | HS random | 1 hit cakar DIno
  • Bug Luxvile
  • AMmo Hot
[Option]

  • Akurasi
  • No Vote
  • Fire speed
  • No Banned
[Config]
  • Exit
  • Display
  • Premium
  • Lock Time
Recomendation 
  • PointBlank Spanyol [Active]
  • PointBlank Rusia [Active]
  • PointBlank Thailand [Active]
  • PointBlank Philipina [Active]
  • PointBlank Turkey [Active]
  • PointBlank Indonesia [Active]
  • PointBlank Italy[Active]  
  • PointBlank Tahadi / ARAB [Active]
  • PointBlank Colombia / Amerika Latin [Active]
  • PointBlank Korea [Active]
  • PointBlank Amrika / PBLackout (Nothing)
  • PointBlank SG / Singapura [Active]
    Hotkeys D3D Menu: 
    • D3d Menu On/OFF : INSERT
    • Arah Panah kanan = ON
    • Arah Panah Kiri OFF
    • Arah Panah ats & Bawah Pilih cit
    Tutorial : 
    1. Buka PB launcher | Open PB launch
    2. Buka Cheat | Open Cheat
    3. Start
    4. Keluar Message Box/notice | Displayy message , Press Okay
    5. Ok,ok saja Hepii Cheatting dah

    Keterangan : BUAT WINDOWS 7 and Windows Vista
    -Buka Cheat Jangan Menggunakan DOUBLE klik!!!
    -Tapi menggunakan Klik kanan -Runadministrator
    -Buka PB nya pun jangan pakai Double Klik
    -Tapi menggunakan Klik kanan -Runadministrator juga
    Okay paham KAN

    Tested Windows Xp = 3 jam ++ WORK!
    Tested Windows 7 = 2 Jam ++ WORK! 

    FROM : PEKALONGAN-COMMUNITY.COM

    Kerajaan Islam Indonesia : ACEH


    Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Secara geografis letak kerajaan Aceh sangat strategis yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat dengan jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu, yaitu di sekitar Selat Malaka.
    1. Kehidupan Politik
    Berdasarkan kitab Bustanul’ssalatin yang berisi tentang silsilah sultan-sultan Aceh, yang dikarang oleh Nuruddin ar Raniri tahun 1637 M dan juga berdasarkan berita-berita orang Eropa diketahui bahwa Kerajaan Aceh telah berhasil membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pedir.
    Sultan Iskandar Muda memerintah Aceh dari tahun 1607-1636 M. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaannya. Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam, bahkan menjadi bandar transisto yang dapat menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat.
    Untuk mencapai kebesaran kerajaan Aceh, Sultan Iskandar Muda meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Potugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya. Tujuannya adalah menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada. Sultan Iskandar Muda juga menolak permintaan Inggris dan Belanda untuk membeli lada di pesisir Sumatera bagian Barat. Di samping itu, Kerajaan Aceh melakukan pendudukan terhadap daerah-daerah seperti Aru, Pahang, Kedah, Perak dan Indragiri, sehingga di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas.
    Pada masa kekuasaannya terdapat dua orang ahli tasawwuf yang terkenal di Aceh, yaitu Syech Syamsu’ddin bin Abdu’llah a-Samatrani dan Syech Ibrahim as-Syamsi. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahta Kerajaan Aceh digantikan oleh menantunya yang bergelar Sultan Iskandar Thani.
    Penyebab kemunduran Kerajaan Aceh
    ·    Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahun 1636 tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. Di bawah Sultan Iskandar Thani (1637-1641 M), kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani.
    ·    Timbulnya pertikaian yang terus-menerus di Aceh antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku) yang mengakibatkan melemahnya Kerajaan Aceh.
    ·    Daerah-daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor, Pahang, Perak, Minangkabau dan Siak.
    2. Kehidupan Ekonomi
    Dalam masa kejayaannya, perekonomian Aceh berkembang pesat. Daerahnya yang subur banyak menghasilkan lada. Kekuasaan Aceh atas daerah-daerah pantai Timur dan Barat Sumatera menambah jumlah ekspor ladanya. Penguasaan Aceh atas beberapa daerah di Semenanjung Malaka menyebabkan bertambahnya bahan ekspor penting seperti timah dan lada yang dihasilkan di daerah itu.

    FROM : 
    http://hasheem.wordpress.com

    Rabu, 03 Oktober 2012

    Kerajaan Islam Indonesia : GOWA TALLO

    a. Letak Kerajaan
    Kerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di daerah Sulawesi Selatan. Secara geografis Sulawesi Selatan memiliki posisi yang penting, karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara. Bahkan daerah Makassar menjadi pusat persinggahan para pedagang, baik yang berasal dari Indonesia bagian timur maupun para pedagang yang berasal dari daerah Indonesia bagian barat. Dengan letak seperti ini mengakibatkan Kerajaan Makassar berkembang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara.
    b. Kehidupan Politik
    Perkembangan pesat Kerajaan Makassar tidak terlepas dari raja-raja yang pernah memertntah seperti:
    Ra|aAlaudin Dalam abad ke-17 M, agama Islam berkembang cukup pesat di Sulawesi Selatan. Raja Makassar yang pertama memeluk agama Islam bernama Raja Alaudin yang memerintah Makassar dari tahun 1591-1638 M. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Makassar mulai terjun dalam dunia pelayaran-perdagangan (dunia maritim). Perkembangan ini menyebabkan meningkatnya kesejahteraan rakyat Kerajaan Makassar. Namun setelah wafatnya Raja Alauddin, keadaan pemerintahan kerajaan tidak dapat diketahui dengan pasti.
    Sultan Hasanuddin Pada masa peme-rintahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Makassar mencapai masa kejayaannya. Dalam waktu yang cukup singkat, Kera¬jaan Makassar telah berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Cita-cita Sultan Hasanuddin untuk menguasai sepenuhnya jalur perdagang-an Nusantara, mendorong perluasan ke-kuasannya ke kepulauan Nusa Tenggara, seperti Sumbawa dan sebagian Flores. Dengan demikian, seluruh aktivitas pelayaran perdagangan yang melalui Laut Flores harus singgah lebih dulu di ibukota Kerajaan Makassar.
    Keadaan seperti itu ditentang oleh Belanda yang memiliki daerah kekuasaan di Maluku dengan pusatnya Ambon. Hubungan Batavia dengan Ambon terhalang oleh kekuasaan Kerajaan Makassar. Pertentangan antara Makassar dan Belanda sering menimbulkan peperangan. Keberanian Sultan Hasanuddin memimpin pasukan Kerajaan Makassar untuk memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku, mengakibatkan Belanda semakin terdesak. Atas keberaniannya, Belanda memberi julukan kepada Sultan Hasanuddin dengan sebutan "Ayam Jantan dari Timur".
    Dalam upaya menguasai Kerajaan Makassar, Belanda menjalin hubungan dengan Kerajaan Bone, dengan rajanya Arung Palaka. Dengan bantuan Arung Palaka, pasukan Belanda berhasil mendesak Kerajaan Makassar dan menguasai ibukota kerajaan. Akhimya dilanjutkan dengan Perjanjian Bongaya (1667 M).
    Mapasomba Setelah Sultan Hasanuddin turun tahta, ia digantikan oleh putranya yang bernama Mapasomba. Sultan Hasanuddin sangat berharap agar Mapasomba dapat bekerja sama dengan Belanda. Tujuannya agar Kerajaan Makassar tetap dapat bertahan. Ternyata Mapasomba jauh lebih keras dari ayahnya sehingga Belanda mengerahkan pasukan secara besar-besaran untuk menghadapi Mapasomba. Pasukan Mapasomba berhasil di-hancurkan dan ia tidak diketahui nasibnya. Dengan kemenangan itu, akhirnya Belanda berkuasa atas Kerajaan Makassar.

    FROM : suwandi-sejarah.blogspot.com