Pengikut

Selasa, 15 Mei 2012

Tips Teknik Fotografi untuk Memotret Pesta Kembang Api


Menyambut malam tahun baru 2012, pada tanggal 30 Desember 2011, Arbain Rambey, Fotografer Profesional Indonesia, memberikan tips-trik teknik fotografi terkait bagaimana cara memotret pesta kembang api.
Berikut tips selengkapnya:
Memotret pesta kembang api sebenarnya bukan memotret sebuah kejadian tapi memotret sebuah rangkaian kejadian, yaitu proses menyalanya sebuah kembang api. Artinya, dalam memotret pesta kembang api, yang kita potret adalah kejadian saat api mulai memancar sampai api padam total.
Jadi, memotret pesta kembang api memang memotret dengan kecepatan sangat lambat (lowspeed), kadang kelambatannya sampai lebih dari 5 detik. Maka dalam memotret pesta kembang api, tripod MUTLAK diperlukan.
Untuk dapat memotret pesta kembang api dengan baik, Anda harus mempelajari situasinya terlebih dahulu. Anda harus tahu di mana kembang api akan memancar dan tahu angle(sudut pengambilan) terbaik untuk pemotretannya.
Tempat terbaik memotret pesta kembang api adalah sebuah tempat yang cukup tinggi, misalnya dari lantai 10 gedung terdekat. Memotret pesta kembang api jangan memilih tempat yang terlalu dekat dengan pusat acara pestanya. Posisi kamera sebaiknya tidak menengadah (ke atas) tapi mendatar.
Foto kembang api kiriman Setiawan Atmojo
Kiriman foto pesta kembang api terbaik lainnya adalah dari Setiawan Atmojo, kelemahannya masih ada bagian yang terlalu over.
Settingan Kamera
Setelah mendapat tempat memotret terbaik, pasang tripod Anda, lalu arahkan lensa ke arah akan timbulnya kembang api. Bingkai atau cari komposisi dengan teliti. Gunakan pemfokusan dengan mode MANUAL. Fokuskan lensa ke titik timbulnya kembang api nantinya. Pilihan lensa bebas, tergantung cakupan fokus yang mau diambil seberapa luas. Kalau mau sempit ya pakai tele, kalau mau foto yang lebih luas pakai wide.
Untuk penggunaan ISO, sebaiknya memakai ISO 100, lalu pasang mode B (bulb), dan set f (diafragma) di angka 8 (atau 11 tergantung suasana sekitar kembang api). Tekan tombol rana kamera begitu kembang api mulai memancar. Tahan tombol rana sampai kembang api selesai. Ingat, motret pesta kembang api kalau tidak memakai mode B or slowspeed, hasil kembang apinya akan terlihat kurus dan seadanya. Yang kita potret kan sebuah lintasan api, bukan moment sesaat saja.
Sekadar catatan untuk yang memiliki kamera tapi kameranya tidak bisa ISO 100 (seperti Nikon D100 atau Olympus EPL-2/EP-3): kalau pakai ISO 200, setting diafragma pada angka 11 atau 16.
Tripod atau Tumpuan Kamera
Kalau Anda mendadak ketemu pesta kembang api dan tidak siap, asal bawa tripod (kamera dan lensa juga pastinya) tetap bisa memotret kok. Dalam keadaan mendadak tersebut, segera pasang tripod dan kamera, lalu setting seperti settingan dalam penjelasan tadi. Lalu, arahkan kamera ke tempat yang terbaik. Namun, sekedar tambahan, sebenarnya tripod bisa digantikan tembok atau tempat peletakan lain. Intinya, kamera jangan bergerak saat memotret.
Secara umum, memotret pesta kembang api sebenarnya sama dengan light painting. Bukan memotret sebuah kejadian, tapi rangkaian kejadian. Motret pesta kembang api relatif aman. Kalau memotret pesta laser Anda harus lebih hati-hati. Banyak kasus sensor mati mendadak kena sinar laser yang masuk langsung ke kamera.
Saya terakhir memotret pesta kembang api pada tahun 1995, saat 50 tahun Indonesia Merdeka, masih pakai film yang entah di mana sekarang kamera dan foto-fotonya. Pada tahun 1995 itu, pesta kembang api berlangsung di sekitar Monas, dan saya memotret dari atap Gedung Antara, Jalan Sabang Jakarta.
Foto kembang api kiriman Indrawadi (dari Bukit Tinggi)
Foto kembang api kiriman Indrawadi (dari Bukit Tinggi). Komentar saya atas foto ini, kekurangannya adalah agak over
Catatan tambahan
Sebagai tambahan, berikut ini terdapat referensi 16 Tempat Pesta Kembang Api di Jakarta (sumber dari DetikTravel: http://t.co/OFXt9dpX), sebagai berikut:
Untuk Anda yang ingin menikmati pesta kembang di atas 2 inci, bisa datang ke 5 tempat berikut ini, yaitu:
1. Pantai Karnaval Ancol
2. Pantai Merkur Ancol
3. La Piazza, Kelapa Gading
4. Sumarecon Kabupaten Tangerang
5. Rooftop Mal Alam Sutra, Tangerang
Sedangkan, Anda yang ingin merayakan dengan pesta kembang api di bawah 2 inci, datang saja ke 11 tempat berikut ini:
1. FX Life Style, Jakarta Pusat
2. Parkir Timur, Senayan
3. Hotel Borobudur, Jakarta Pusat
4. Aston Marina Ancol
5. Rooftop Mal of Indonesia, Jakarta Utara
6. Museum Keprajuritan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur
7. Hotel Christal, Jaksel
8. Setiabudi One Jaksel
9. Episentrum, Jaksel
10. Plaza Ring of Floor, Serpong
11. Teras, Kota BSD, Serpong

sumber : blog.poetrafoto.com

Best Tips for Choosing DSLR Camera for Beginner and Amateur


Hari ini, ada beberapa sahabat yang tanya lagi ke saya dan ini pertanyaan seribu umat serta selalu berulang kali ditanyakan:
“Mas, saya ingin punya kamera DSLR dan saya baru pemula, sedang belajar, masih amatir, kamera apa dan tipe mana ya yang cocok untuk saya? Bagus mana Nikon atau Canon? Tipe yang paling bagus yang mana? Harganya berapa?”
JAWAB SAYA begini:
“Tidak ada kamera DSLR merek atau tipe apapun yang hanya diperuntukkan untuk pemula, amatir, yang baru belajar, bahkan profesional atau pun senior saja. Saya punya teman, baru seminggu motret sudah beli Canon 5D dengan lensa 24-70 mm L-Series. Ada juga yang genap setahun motret, beli Nikon D3x full lensa super mahal semua.
Nah, ada juga, seorang sahabat fotografer yang sudah profesional, karyanya mahal, kamera milik pribadi dan dibawa kemana-mana hanya Nikon D80 saja, bahkan untuk keperluan tertentu beliau hanya sewa. Lalu, kalau sudah begini, apakah ada kamera tipe atau merek tertentu yang diperuntukkan khusus bagi kelas tertentu? Tidak bukan?
Bagus mana antara NIKON atau CANON?
Semua tergantung selera. Semua bagus. Tidak mungkin Nikon atau Canon atau pun merek lain selain itu, mengeluarkan barang yang tidak bagus. Semua pasti telah melalui quality control yang ketat. Untuk yang sedang belajar, akan lebih indah dan lebih hebat jika kelak setelah beberapa kali pakai dan gonta-ganti kamera, Anda bisa mengetahui mana yang paling bagus untuk Anda sendiri ya…
Tipe mana yang paling bagus dan harganya berapa?
Bicara tipe yang bagus mana, jika tipe atau spesifikasinya sama antara beberapa pilihan, ambillah seri yang keluarnya paling baru. Pada merek Canon, semakin angka tipenya sedikit semakin baguslah tipe tersebut, misalnya dari 1000D, 550D, 60D, 7D, 1D. Pada merek Nikon, hampir sama, hanya ada beberapa perbedaan saja. Untuk masalah harga dan penjelasan detilnya, silahkan “googling di yahoo” saja ya… hehehe… :)
KESIMPULAN SAYA:
Belilah kamera yang sesuai dana atau budget yang Anda punya. Belilah merek yang di lingkungan Anda paling banyak menggunakannya, alasannya: agar Anda mudah belajar bersama. Jika ada apa-apa, Anda bisa langsung tanya pada teman Anda yang memiliki kamera dengan merek yang sama.
Jika takut rusak, belilah yang sederhana saja, yang harganya masih tergolong murah dan terjangkau oleh kita. Esok, pada tahap tertentu, jika kita sudah merasa layak beli yang lebih mahal dan super wah, belilah apapun dan harga berapapun saja. Toh itu duit-duit Anda. Tidak ada yang melarangnya kan? hehehe… :D”

sumber : blog.poetrafoto.com

Senin, 14 Mei 2012

Blackberry bisa Membuat Penggunanya Terlihat Semakin Tua?

Setelah pengumuman dari badan kesehatan dunia (WHO) tentang dampak radiasi ponsel, kini giliran Blackberry yang diklaim sebagai pemicu timbulnya kerutan wajah. Benarkah ? Seorang ahli bedah di Amerika Serikat, Dr. Jean-Louis menjelaskan sebagian wanita banyak menghabiskan waktunya untuk menyipitkan mata agar bisa melihat layar Blackberry sehingga menimbulkan ketegangan di daerah sekitar alis, mata dan wajah.

“Fenomena ini dapat dilihat kepada siapa saja yang rutin mengecek Handphonenya, sepeti iPhone dan Blackberry,” katanya. Ahli Terapi dari London, Nichola Joss, yang telah bekerja untuk Keira Knightley dan Scarlett Johansson, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, selama 18 bulan ini dia melihat perubahan yang besar terjadi di bagian mata para pasiennya yang rutin menggunakan Blackberry.
Seperti dikutip dari New York Daily News, sebuah salon kecantikan di Manhattan memiliki perawatan khusus yang diberi nama “Blackberry Facial”.

Adalah Paul Labrecque Salon & Spa yang menawarkan perawatan seharga US$200 atau setara dengan Rp1,7 juta untuk mengurangi garis dan lipatan di sekitar leher akibat terlalu sering menggunakan Blackberry.
Sementara itu, Joanna Czech, seorang ahli kecantikan yang mengembangkan Blackberry facial mengatakan perawatan ini cocok untuk siapapun yang ingin memiliki kulit yang sehat dan terlihat segar khususnya di bagian leher.

Czech merekomendasikan empat atau lima perawatan untuk mendapatkan hasil maksimal. Ia juga mengungkapkan efek lain terlalu sering menggunakan BlackBerry, yaitu jerawat.
“Aku bisa langsung tahu, sisi sebelah mana dari wajah yang digunakan seseorang untuk menelepon dengan melihat jerawatnya,” katanya.

Dibutuhkan waktu 45 menit untuk melakukan perawatan ini. Terdiri dari pembersihan, peeling menggunakan batu safir, aplikasi serum dan drainase limfatik.Perawatan diakhiri dengan penyinaran selama 20 menit menggunakan cahaya LED dan microcurrents, serta dilapisi masker oksigen.
Jadi berhati-hatilah. Kecenderungan untuk menyipitkan mata demi melihat Blackberry setiap saat sangat berpengaruh besar menimbulkan keriput dini, terutama kepada para Wanita muda.

Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2012/03/bb-bisa-bikin-penggunanya-terlihat.html#ixzz1uqaB5Ob4